Senin, 17 Desember 2012

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo secara resmi membuka jalur

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo secara resmi membuka jalur 6,7 kilometer bersepeda berjalan di sepanjang Kanal Banjir Timur, Minggu.
Jalan, yang telah diperkenalkan secara bertahap di seluruh pembangunan kanal sejak 2011, diapit oleh petak rumput luas di kedua sisi. Ini diresmikan sebagai ruang terbuka hijau terbaru di kota.
"Kami sekarang telah resmi membuka jalur sepeda dan taman, sehingga semua warga dipersilahkan untuk menggunakannya," kata Joko di acara di daerah Pondok Kopi Jakarta Timur. "Tapi perlu ditekankan bahwa ruang harus tetap bebas dari vendor dan pengendara sepeda motor."
Gubernur menambahkan bahwa pemerintahannya berencana untuk terus memperluas jalur bersepeda dan ruang hijau di sepanjang kanal, serta membangun fasilitas serupa di sepanjang Banjir Kanal Barat.
"Idenya adalah untuk menggabungkan sebagai ruang publik sebanyak mungkin ke dalam perencanaan kota," katanya. "Jika kita tidak memiliki ruang untuk memperluas [jalur bersepeda dan taman], kami akan membelinya [dari pemilik tanah swasta]."
Joko, yang kemudian memimpin konvoi sepeda menyusuri jalan untuk menandai pembukaan resmi, mengatakan bahwa Orde Jakarta Badan Publik (Satpol PP) akan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa jalan itu tidak digunakan oleh pengendara sepeda motor atau ditempati oleh vendor.
"Mereka harus menjaga penjaga konstan, karena jika mereka tidak, daerah akan diambil alih oleh penghuni liar. Dan setiap pengendara sepeda motor tertangkap menggunakan jalan akan tilang, "katanya.
Secara terpisah, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mendukung panggilan Joko untuk modal untuk memiliki setidaknya satu hutan kota yang cukup besar.
"Kita perlu ini untuk menjaga polusi udara dan tingkat karbon dioksida di cek," katanya saat acara Car Free Day-pada hari Minggu di bundaran Hotel Indonesia di Jakarta Pusat. "Ini juga penting karena jumlah ruang rekreasi di kota berkurang. "
Joko sebelumnya mengatakan ia telah memerintahkan para pejabat di Jakarta Timur untuk mengembalikan hutan kota di Pulomas setelah itu telah jatuh ke dalam tidak digunakan dan berubah menjadi tempat pembuangan sampah.
"Saya sudah memberikan perintah untuk wilayah tersebut akan dipulihkan sebagai hutan," katanya, Kamis. "Jika kita tidak mengambil tindakan, itu akan tetap menjadi tempat pembuangan sampah, dan situasi di daerah itu akan memburuk."
Pemulihan taman tiga hektar diharapkan dapat memberikan kontribusi, meskipun sedikit, dengan jumlah ruang terbuka hijau di kota. Joko sebelumnya mengatakan bahwa ia ingin mendedikasikan setidaknya 20 persen dari total luas kota untuk membuka ruang hijau selama masa jabatan pertamanya di kantor, naik dari angka saat ini hanya 9,8 persen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar